Pembangunan desa yang berkelanjutan membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya berdedikasi, tetapi juga memiliki ketajaman administratif dan teknis. Hal inilah yang mendasari terlaksananya kegiatan Peningkatan Kapasitas Pendamping dalam pertemuan cluster terbaru.
Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi bagi para pendamping untuk menyamakan persepsi, mengevaluasi capaian, serta memperkuat pemahaman terhadap instrumen digital yang menjadi tulang punggung administrasi desa modern.
- Evaluasi Pemantauan BLT: Evaluasi ini bukan sekadar mengecek angka, melainkan membedah kendala di lapangan agar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang ditetapkan benar-benar sesuai dengan kriteria regulasi terbaru. Kedisipilinan dalam pemutakhiran data menjadi kunci utama agar manfaat Dana Desa dirasakan oleh mereka yang paling membutuhkan.
- Akuntabilitas Penyaluran Dana Desa : Administrasi adalah wajah dari integritas. Dalam sesi ini, para peserta melakukan pendalaman materi mengenai pengisian Form Penyaluran Dana Desa. Ketelitian dalam mengisi setiap kolom laporan sangat krusial, mengingat data ini menjadi syarat utama bagi kelancaran proses pencairan tahap berikutnya.
- Simulasi Aplikasi SIDD: Pengisian Dana Desa Melalui simulasi ini, pendamping diajak untuk mempraktikkan langsung alur kerja digital yang lebih efisien.Penerapan SIDD diharapkan mampu memangkas birokrasi manual dan menyediakan data yang lebih akurat serta real-time. Transformasi digital ini adalah langkah nyata dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang modern dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
- penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Pembahasan mencakup klasifikasi peringkat BUMDes, pembenahan manajemen internal, hingga penggalian potensi unit usaha baru yang relevan dengan kebutuhan lokal. Tujuannya satu: menjadikan BUMDes sebagai lembaga yang mandiri dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi Pendapatan Asli Desa (PADes).
- Fasilitasi Bumdesa Pasca Pemeringkatan Bumdes

