🔔 Selamat Datang Pada Blog Media informasi Online TPP Kecamatan Baturiti, Terimakasih atas Kunjungan Anda

Senin, 22 Juni 2026

Matangkan Perencanaan Desa 2027, Sekdes Se-Kecamatan Gelar Rakor di Desa Perean Tengah

PEREAN TENGAH – Dalam rangka menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan sistematis, Pemerintah Desa Perean Tengah sukses menjadi tuan rumah penyelenggaraan Rapat Koordinasi (Rakor) Sekretaris Desa (Sekdes). Pertemuan penting ini difokuskan pada agenda tunggal yang krusial, yakni Pembahasan Persiapan Musyawarah Desa (Musdes) Perencanaan Pembangunan untuk Tahun Anggaran 2027

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Perean Tengah ini dihadiri oleh jajaran Sekretaris Desa, perwakilan dari Pemerintah Kecamatan, Pendamping Desa, serta perangkat desa setempat.

Rakor ini digelar sebagai langkah start lebih awal untuk menyamakan persepsi dan menyusun linimasa (timeline) kegiatan sebelum memasuki tahapan Musdes Perencanaan. Mengingat kompleksnya kebutuhan masyarakat dan dinamisnya regulasi penganggaran, persiapan yang matang sejak dini dinilai menjadi kunci utama.

Dalam arahan Pendamping Desa Kecamatan Baturiti menyampaikan bahwa koordinasi ini sangat penting untuk memastikan seluruh administrasi dan rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) Tahun 2027 dapat tersusun dengan baik.

"Kami ingin memastikan bahwa apa yang nanti dibawa ke forum Musdes benar-benar representasi dari kebutuhan riil masyarakat, serta selaras dengan arah kebijakan pemerintah daerah dan pusat. Persiapan dokumen data SDGs Desa, RPJMDes, dan evaluasi tahun berjalan harus klop," ujarnya.


Harapan ke Depan

Melalui rakor yang berjalan dinamis dan produktif ini, diharapkan seluruh desa, khususnya Desa Perean Tengah, siap melaksanakan Musdes Perencanaan Tahun Anggaran 2027 dengan matang. Hasil dari Musdes tersebut nantinya akan melahirkan dokumen RKP Desa 2027 yang berkualitas, logis, dan mampu membawa kesejahteraan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat. 

Selasa, 09 Juni 2026

DARI DISKUSI MENJADI STRATEGI NYATA, DALAM KEGIATAN REMBUG STUNTING DESA ANTAPAN.

ANTAPAN – Pemerintah Desa Antapan menggelar Rapat Rembug Stunting (10/6/2026) sebagai bentuk komitmen nyata dalam mempercepat penurunan dan pencegahan angka stunting di tingkat desa. Acara yang berlangsung di Balai Desa Antapan ini dihadiri oleh Kepala Desa, Perangkat Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Bidan Desa, Petugas Gizi Puskesmas, Kader Posyandu, serta tokoh masyarakat setempat.

Rembug stunting ini merupakan forum musyawarah penting yang mempertemukan berbagai pihak terkait untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan merumuskan langkah strategis dalam penanganan masalah gizi pada balita serta pengawasan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Komitmen Bersama untuk Generasi Sehat

Dalam sambutannya, Kepala Desa Antapan menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan saja, melainkan membutuhkan gotong royong dan integrasi program dari seluruh lapisan masyarakat.

"Pembangunan fisik seperti infrastruktur memang penting, namun investasi pada kualitas sumber daya manusia jauh lebih utama. Kita harus memastikan anak-anak di Desa Antapan tumbuh sehat, cerdas, dan bebas dari stunting demi masa depan desa yang lebih baik," ujarnya.

Bidan Desa Antapan juga memaparkan data terkini mengenai kondisi balita dan ibu hamil di wilayah desa. Berdasarkan analisis situasi tersebut, para peserta rapat secara aktif memetakan wilayah-wilayah yang membutuhkan perhatian khusus, baik dari segi pemenuhan gizi maupun akses sanitasi.

Rumusan Rencana Aksi Desa

Melalui diskusi yang partisipatif, Rapat Rembug Stunting Desa Antapan berhasil menyepakati beberapa poin strategis yang akan diintegrasikan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa, antara lain:

  • Peningkatan Kualitas PMT: Mengoptimalkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis bahan pangan lokal yang kaya nutrisi di setiap Posyandu.

  • Pendampingan Ibu Hamil dan Balita: Mengintensifkan kunjungan rumah oleh Kader Posyandu bagi ibu hamil risiko tinggi dan balita dengan pemantauan berat badan yang kurang.

  • Edukasi dan Penyuluhan: Menggelar kelas ibu hamil dan kelas parenting secara berkala guna meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pola asuh dan pola makan sehat.

  • Sanitasi dan Air Bersih: Mengalokasikan dukungan anggaran desa untuk perbaikan sarana air bersih dan jamban sehat bagi keluarga yang membutuhkan.

Kegiatan rapat diakhiri dengan penandatanganan Berita Acara Rembug Stunting dan Komitmen Bersama oleh Kepala Desa, perwakilan BPD, Dinas Kesehatan/Puskesmas, dan perwakilan kader.

Dengan adanya komitmen tertulis ini, Pemerintah Desa Antapan siap mengawal seluruh program yang telah direncanakan agar pelaksanaannya berjalan tepat sasaran, transparan, dan berdampak langsung pada penurunan angka stunting di desa.