Pembukaan Jalan Usaha Tani Subak Banjar Anyar Desa Perean
Kangin, Kecamatan Baturiti
Subak
sebagai lembaga tradisional di Bali memiliki peran penting dalam menjaga sistem
pertanian, khususnya pengairan dan pengelolaan lahan sawah. Namun, di tengah
perkembangan zaman, salah satu kendala utama yang masih dihadapi para petani
adalah keterbatasan akses jalan menuju lahan pertanian. Menyadari hal tersebut,
Pemerintah Desa Perean Kangin bersama masyarakat Subak Banjar Anyar
melaksanakan kegiatan PEMBUKAAN JALAN USAHA TANI sebagai bentuk dukungan
terhadap peningkatan produktivitas pertanian di wilayahnya.
Desa
Perean Kangin, yang terletak di Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan,
merupakan wilayah dengan potensi pertanian yang cukup besar. Sebagian besar
masyarakatnya menggantungkan hidup pada sektor pertanian, khususnya padi dan
hortikultura.
Selama ini, akses menuju lahan subak masih terbatas karena kondisi jalan yang
sempit, licin, dan sulit dilalui kendaraan saat musim hujan. Hal ini
menyulitkan petani dalam mengangkut hasil panen maupun sarana produksi
pertanian. Oleh karena itu, dibutuhkan pembangunan jalan usaha tani yang
memadai untuk mendukung kegiatan pertanian di Subak Banjar Anyar.
Tujuan Kegiatan
Pembangunan
jalan usaha tani di Subak Banjar Anyar bertujuan untuk:
- Mempermudah
akses petani menuju lahan pertanian.
- Meningkatkan
efisiensi waktu dan biaya transportasi hasil pertanian.
- Mendukung
kelancaran distribusi sarana produksi seperti pupuk, benih, dan alat
pertanian.
- Mendorong
peningkatan hasil dan pendapatan petani.
- Mendukung
program pemerintah dalam pembangunan pertanian berkelanjutan.
Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan
pembukaan jalan usaha tani ini dilaksanakan melalui kerja sama antara
Pemerintah Desa Perean Kangin, kelompok Subak Banjar Anyar, serta dukungan dari
masyarakat sekitar. Pada awal kegiatan TPK beserta Pendamping Desa I Nyoman Sumerta dan Pendamping Lokal Desa I Wayan Sumika,SH, bersama TPK melakukan survey lapangan untuk mengetahui volume pembukaan Jalan Usaha Tani. Dan dilanjutkan dengan melakukan perhitungan analisa kajian teknis dengan memnbuat take off sheet dan RAB.
Pekerjaan dimulai dengan survei dan penentuan trase jalan oleh aparat desa
bersama prajuru subak. Setelah itu dilakukan pembersihan lahan, penggalian dan
perataan tanah, serta pengerasan badan jalan agar dapat dilalui kendaraan roda
dua maupun roda empat ringan.
Jalan usaha tani yang dibangun memiliki panjang 1.097 m dan lebar 4 m, serta terdapat 3 plat decker.
Dengan
melibatkan Krama Subak yang ada di Desa Perean Kangin. Dari Dana Desa yang di
anggarkan RP 131.325.000 diserap tenaga kerja sebanyak 75 Orang dengan
realisasi anggaran Rp 130.877.500. Pembukaan Jalan Usaha Tani ini tentunya
sangat bermanfaat bagi karma subak yang ada di Desa Perean Kangin. Pekerjaan
juga dibuatkan saluran irigasi agar jalan air menuju persawahan subak masih
tetap terjaga
Pada Akhir Kegiatan Pekejaan dilakukan opname kegiatan guna mengukur hasil yang sudah di capai. hasil ukur opname dituangkan kedalam form sertifikasi kegiatan dan dibuatkan berita acara serah terima kegiatan dari TPK ke PK. Dan selanjutnya dibuatkan Berita Acara Serah terima kegiatan dari Pelaksana Kegiatan ke Perbekel.
Manfaat yang Dirasakan
Dengan
adanya jalan usaha tani ini, petani di Subak Banjar Anyar kini lebih mudah
mengakses lahan pertanian, baik saat mengangkut hasil panen maupun mengirim
sarana produksi. Selain itu, jalan ini juga berpotensi membuka peluang ekonomi
baru bagi masyarakat sekitar, seperti peningkatan aktivitas perdagangan hasil
pertanian dan kemudahan mobilitas warga.
Partisipasi Masyarakat
Salah
satu aspek penting dalam kegiatan ini adalah gotong royong. Petani dan
warga setempat ikut terlibat dalam proses pengerjaan, mulai dari pembersihan
lahan hingga tahap akhir. Hal ini menunjukkan semangat kebersamaan yang menjadi
ciri khas masyarakat Bali, terutama dalam menjaga keberlanjutan sistem Subak.
Kegiatan
pembukaan jalan usaha tani di Subak Banjar Anyar, Desa Perean Kangin, Kecamatan
Baturiti, merupakan langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan dan
meningkatkan kesejahteraan petani. Melalui sinergi antara pemerintah desa,
masyarakat, dan lembaga Subak, diharapkan jalan ini dapat dimanfaatkan secara
optimal dan dipelihara bersama demi keberlanjutan pertanian di masa mendatang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar