🔔 Selamat Datang Pada Blog Media informasi Online TPP Kecamatan Baturiti, Terimakasih atas Kunjungan Anda

Selasa, 09 Juni 2026

DARI DISKUSI MENJADI STRATEGI NYATA, DALAM KEGIATAN REMBUG STUNTING DESA ANTAPAN.

ANTAPAN – Pemerintah Desa Antapan menggelar Rapat Rembug Stunting (10/6/2026) sebagai bentuk komitmen nyata dalam mempercepat penurunan dan pencegahan angka stunting di tingkat desa. Acara yang berlangsung di Balai Desa Antapan ini dihadiri oleh Kepala Desa, Perangkat Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Bidan Desa, Petugas Gizi Puskesmas, Kader Posyandu, serta tokoh masyarakat setempat.

Rembug stunting ini merupakan forum musyawarah penting yang mempertemukan berbagai pihak terkait untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan merumuskan langkah strategis dalam penanganan masalah gizi pada balita serta pengawasan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Komitmen Bersama untuk Generasi Sehat

Dalam sambutannya, Kepala Desa Antapan menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan saja, melainkan membutuhkan gotong royong dan integrasi program dari seluruh lapisan masyarakat.

"Pembangunan fisik seperti infrastruktur memang penting, namun investasi pada kualitas sumber daya manusia jauh lebih utama. Kita harus memastikan anak-anak di Desa Antapan tumbuh sehat, cerdas, dan bebas dari stunting demi masa depan desa yang lebih baik," ujarnya.

Bidan Desa Antapan juga memaparkan data terkini mengenai kondisi balita dan ibu hamil di wilayah desa. Berdasarkan analisis situasi tersebut, para peserta rapat secara aktif memetakan wilayah-wilayah yang membutuhkan perhatian khusus, baik dari segi pemenuhan gizi maupun akses sanitasi.

Rumusan Rencana Aksi Desa

Melalui diskusi yang partisipatif, Rapat Rembug Stunting Desa Antapan berhasil menyepakati beberapa poin strategis yang akan diintegrasikan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa, antara lain:

  • Peningkatan Kualitas PMT: Mengoptimalkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis bahan pangan lokal yang kaya nutrisi di setiap Posyandu.

  • Pendampingan Ibu Hamil dan Balita: Mengintensifkan kunjungan rumah oleh Kader Posyandu bagi ibu hamil risiko tinggi dan balita dengan pemantauan berat badan yang kurang.

  • Edukasi dan Penyuluhan: Menggelar kelas ibu hamil dan kelas parenting secara berkala guna meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pola asuh dan pola makan sehat.

  • Sanitasi dan Air Bersih: Mengalokasikan dukungan anggaran desa untuk perbaikan sarana air bersih dan jamban sehat bagi keluarga yang membutuhkan.

Kegiatan rapat diakhiri dengan penandatanganan Berita Acara Rembug Stunting dan Komitmen Bersama oleh Kepala Desa, perwakilan BPD, Dinas Kesehatan/Puskesmas, dan perwakilan kader.

Dengan adanya komitmen tertulis ini, Pemerintah Desa Antapan siap mengawal seluruh program yang telah direncanakan agar pelaksanaannya berjalan tepat sasaran, transparan, dan berdampak langsung pada penurunan angka stunting di desa.


Senin, 11 Mei 2026

Sinergi Membangun Desa: Catatan Kegiatan Peningkatan Kapasitas Pendamping

Pembangunan desa yang berkelanjutan membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya berdedikasi, tetapi juga memiliki ketajaman administratif dan teknis. Hal inilah yang mendasari terlaksananya kegiatan Peningkatan Kapasitas Pendamping dalam pertemuan cluster terbaru.

Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi bagi para pendamping untuk menyamakan persepsi, mengevaluasi capaian, serta memperkuat pemahaman terhadap instrumen digital yang menjadi tulang punggung administrasi desa modern.

  1. Evaluasi Pemantauan BLT: Evaluasi ini bukan sekadar mengecek angka, melainkan membedah kendala di lapangan agar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang ditetapkan benar-benar sesuai dengan kriteria regulasi terbaru. Kedisipilinan dalam pemutakhiran data menjadi kunci utama agar manfaat Dana Desa dirasakan oleh mereka yang paling membutuhkan.
  2. Akuntabilitas Penyaluran Dana Desa : Administrasi adalah wajah dari integritas. Dalam sesi ini, para peserta melakukan pendalaman materi mengenai pengisian Form Penyaluran Dana Desa. Ketelitian dalam mengisi setiap kolom laporan sangat krusial, mengingat data ini menjadi syarat utama bagi kelancaran proses pencairan tahap berikutnya.
  3. Simulasi Aplikasi SIDD: Pengisian Dana Desa Melalui simulasi ini, pendamping diajak untuk mempraktikkan langsung alur kerja digital yang lebih efisien.Penerapan SIDD diharapkan mampu memangkas birokrasi manual dan menyediakan data yang lebih akurat serta real-time. Transformasi digital ini adalah langkah nyata dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang modern dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
  4. penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Pembahasan mencakup klasifikasi peringkat BUMDes, pembenahan manajemen internal, hingga penggalian potensi unit usaha baru yang relevan dengan kebutuhan lokal. Tujuannya satu: menjadikan BUMDes sebagai lembaga yang mandiri dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi Pendapatan Asli Desa (PADes).
  5. Fasilitasi Bumdesa Pasca Pemeringkatan Bumdes

Penulis : 
I Putu Agus Diada